Telah menembus tulangMasuk sungsum kehidupanSudah menggua garbaDi dalam hati umatnyaMalam merentang, pelarkan nikmat merekaAntara kesenjangan usia dan kekuatiranAkan nasib raga di petak kumuhLumat senyum birahi yang tetap semuDi antara jeruji prinsip berhalaBak dari laga tanpa apa-apaHanya taktik sukma yang menyebut asmamu ya....AllahAgar luka tak lagi mengangaAgar aku tak jalan di tengah rimba
bagus juga puisinya......
BalasHapussiapa dulu yg buat, puisi itu adlh curhatan hatiku, hehehe
BalasHapusmsa sh ya knp gk di kmbngkan aj jd pngarang puisi heeeeeeeeeeeeeeeee
BalasHapuspengarang puisi, km mau di buatkan puisi oleh aq? tapi wani piro....????hehehe
BalasHapus